Tidak Disangka, 5 Hoax ini Picu Perang Besar dalam Sejarah

 

Fenomena hoax atau berita bohong menjadi salah satu permasalahan besar di era digital ini. Hoax yang memuat informasi bohong ini nyatanya mampu meresahkan masyarakat hingga menimbulkan kerugian besar. Tidak hanya di lingkup individu masyarakat, hoax pun mampu menimbulkan kerugian di tingkat nasional maupun internasional. Bahkan sejumlah perang besar ini timbul karena hoax. Berikut ulasannya.

Inilah Lima Hoax Pemicu Perang Besar Dalam Sejarah, Apa Saja?

1.  Tuduhan Serangan Polandia Terhadap Jerman

Image 1 via voa-indonesia

          Tahukah kamu jika Perang Dunia II diawali dengan adanya berita bohong yakni tuduhan serangan militer Jerman terhadap wilayah Polandia, tepatnya tanggal 01 September 1939. Saat itu, ada isu bahwa Jerman yang dipimpin oleh Adolf Hitler mendapatkan invasi dari Polandia sehari sebelum penyerangan dimulai. Tapi fakta berkata lain, salah satu jendral SS bernama Alfred Naujocks memimpin sejumlah perwira untuk melakukan penyamaran sebagai tentara pemebrontak Polandia.

          Mereka menculik warga Polandia bernama Franciszek Honiok yang kemudian dibawa ke stasiun radio milik Jerman. Di sana mereka menyiarkan berita hoax bahwa stasiun radio Jerman telah dikuasai Polandia. Bahkan terjadi peringatan bahwa dalam waktu dekat Polandia akan menyerang Jerman. Akhirnya hoax ini memicu terjadinya Perang Dunia II.

2. Teror Bom Menyebabkan Konflik antara Israel dan Mesir

             Tahukah kamu jika Perang Dunia II diawali dengan adanya berita bohong yakni tuduhan serangan militer Jerman terhadap wilayah Polandia, tepatnya tanggal 01 September 1939. Saat itu, ada isu bahwa Jerman yang dipimpin oleh Adolf Hitler mendapatkan invasi dari Polandia sehari sebelum penyerangan dimulai. Tapi fakta berkata lain, salah satu jendral SS bernama Alfred Naujocks memimpin sejumlah perwira untuk melakukan penyamaran sebagai tentara pemebrontak Polandia.

            Mereka menculik warga Polandia bernama Franciszek Honiok yang kemudian dibawa ke stasiun radio milik Jerman. Di sana mereka menyiarkan berita hoax bahwa stasiun radio Jerman telah dikuasai Polandia. Bahkan terjadi peringatan bahwa dalam waktu dekat Polandia akan menyerang Jerman. Akhirnya hoax ini memicu terjadinya Perang Dunia II.


2. Teror Bom Menyebabkan Konflik antara Israel dan Mesir

Image 2 via unsplash/@derstudi

           Di tahun 1950-an, Presiden Gamal Abdel Nasser dari Mesir memberikan pesanan khusus terhadap Amerika Serikat dan Inggris. Hal ini memicu munculnya kecemburuan dari Israel karena khawatir kedua negara ini akan meninggalkan Israel. Jika AS dan Inggris benar-benar meninggalkan, kekuatan Israel akan semakin melemah dalam menghadapi tekanan Timur Tengah.

           Untuk menghindari hal tersebut, Israel akhirnya meledakkan sejumlah bom di beberapa target AS dan Inggris di Mesir. Kemudian Israel melakukan tuduhan bahwa Mesir sebagai pelakunya. Hoax ini akhirnya memicu konflik berkepanjangan antara Israel dan Mesir.

3. Kepemilikan Senjata Pemusnah Massal Oleh Irak

Image 3 via gulalives.co

          Tanggal 08 Februari 2013, dalam sidang Dewan Keamanan PBB Menteri Luar Negeri AS yakni Colin Powel mengatakan jika dirinya memiliki bukti terpercaya bahwa Irak memiliki senjata pemusnah massal. Hal ini kemudian menjadikan AS dapat melakukan serangan ke Irak tanpa perintah dari Dewan Keamanan PBB.

         Saat itu, serangan dipimpin oleh Presiden George W Bush. Perang tersebut mampu membumihanguskan Irak dengan meninggalkan ribuan korban. Namun, sampai perang berakhir dan Irak telah hancur, senjata pemusnah massal yang dituduhkan tersebut tidak pernah terbukti ditemukan.

4. Operasi Tapal Besi

Image 4 via unsplash/@soroushkarimi

        Tahun 2000, pemerintah Bulgaria memperoleh laporan dari badan intelijen Jerman terkait adanya rencana pemusnahan etnis ala Holocaust oleh Serbia terhadap Albania dan Kosovo. Rencana tersebut dibuktikan dengan adanya temuan citra foto udara dari lokasi kamp konsentrasi.

        Informasi tersebut tentu mendapat reaksi panas dari North Atlantic Treaty Organization (NATO) sehingga memicu NATO untuk melakukan serangan besar-besaran kepada Serbia. Pada kenyataannya, hingga saat ini rencana pembasmian etnis dengan dalih “operasi tapal besi” tidak pernah terbukti.


5. Insiden Penyerangan Kapal Perang

      Pada Agustus 1964, Kementerian Pertahanan Amerika Serikat Mengabarkan bahwa kapal perang mereka diserang dengan penembakan oleh kapal perang Vietnam. Hal ini memicu Presiden Amerika Serikat untuk segera melakukan resolusi dengan melakukan serangan terhadap negara Vietnam.

      Perang yang dinobatkan sebagai perang terlama antara Amerika Serikat dengan Vietnam ini  telah menewaskan jutaan penduduk. Namun, di tahun 2005 justru Menteri Perdagangan Amerika mengabarkan jika insiden penyerangan kapal tersebut tidak benar.

 

       Itulah lima hoax pemicu perang dalam sejarah dunia. Saat ini, hoax dapat tersebar dengan sangat cepat melalui media sosial maupun digital lainnya. Penting bagi kamu para smart people, untuk menyaring dan menyebarkan informasi dengan bijak agar tidak menimbulkan teror di masyarakat. Yuk bijak dalam pemakaian media sosial dan digital!

 

Edited by Fitria (28/09/2018)
...