Waspada, Ini 3 Jenis Hoax Paling Laku di Masyarakat

Header iimage by unsplash/@rawpixel

Di era digital ini, penyebaran informasi dapat dilakukan dengan sangat cepat bahkan dalam hitungan detik masyarakat dunia dapat menerimanya. Tidak heran jika kemudahan ini memicu oknum yang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan berita bohong atau hoax dengan mengangkat topik yang memiliki daya tarik tinggi di kalangan masyarakat.

Sejumlah topik memang menjadi incaran bagi oknum penyebar hoax, bahkan beberapa topik memiliki “nilai jual” tinggi sehingga memudahkan dalam memengaruhi masyarakat melalui hoax tersebut.

Meta Judul: Nah, Inilah Tiga Jenis Hoax Yang Paling Laris di Masyarakat, Apa Saja?

 

  1. Sosial Politik

sosial-politok

Image 1 via unsplash/robertwalsh0

Hoax atau berita bohong yang mengangkat topik sosial politik, terutama kritik pemerintah dan pemilu menjadi jenis hoax yang paling laku di kalangan masyarakat Indonesia. Bahkan menurut analis kebijakan Madya Divisi Humas Mabes Polri yakni Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono menyatakan bahwa tingkat penyebaran hoax tentang sosial politik menduduki peringkat pertama dengan capaian sekitar 91,8 persen.

Hoax tentang sosial politik sengaja disebarluaskan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab dengan dalih menciptakan rasa permusuhan, kecemasan, dan kebencian antara masyarakat. Apalagi di musim menjelang tahun politik seperti tahun ini, berbagai isu politik sengaja dibuat sebagai salah satu upaya kampanye dan provokasi.

Setiap oknum meyakini bahwa penyebaran isu hoax menjadi langkah strategis untuk menarik dukungan masyarakat terhadap calon pemimpin yang didukungnya. Bahkan oknum-oknum tersebut tidak segan untuk memberitakan kritik terhadap lawan politik dengan memunculkan keburukan-keburukan yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

  1. Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA)

suku-agama

 

Selain isu sosial politik, peringkat dua untuk jenis isu hoax terbanyak di masyarakat Indonesia yakni terkait SARA. Angka persebaran isu hoax terkait SARA mencapai angka 88,6 persen. Tidak beda jauh dengan isu sosial politik, hoax SARA pun juga memicu permusuhan antar masyarakat. Misalnya saja, untuk konteks pemilu maka hoax SARA menjadi serangan tajam dalam menjatuhkan elektabilitas lawan.

Bahkan untuk konteks sosial politik, hoax SARA dianggap lebih efektif dalam mempengaruhi masyarakat dibandingkan politik uang. Hal ini dicontohkan oleh kejadian dua tahun dalam pilkada DKI Jakarta yang mana salah satu isu agama sangat ditekankan dalam memunculkan mosi tidak percaya masyarakat terhadap salah satu kubu politik.

Saat ini juga banyak bermunculan isu SARA dalam menghadapi tahun politik mendatang. Isu SARA yang menyinggung persoalan agama, ketidakadilan terhadap golongan masyarakat, hingga konflik antar suku dan golongan menjadi trending topic dalam media sosial.

  1. Kesehatan

kesehatan

Setelah isu hoax terkait sosial politik dan SARA, urutan ketiga jenis berita hoax yang paling laku yakni masalah kesehatan dengan nilai 41,2 persen. Minimnya pengetahuan sekaligus kesadaran masyarakat yang juga masih rendah akan masalah kesehatan memicu oknum tidak bertanggung jawab untuk menyebarluaskan isu hoax kesehatan.

Dalam beberapa tahun terakhir bahkan berita bohong tentang kesehatan telah menimbulkan dampak buruk bagi kalangan anak kecil dan bayi. Munculnya berita hoax tentang dampak buruk pemberian vaksin/imunisasi menimbulkan keresahan di kalangan orang tua, terutama kaum ibu.

Para ibu yang minim pengetahuan akhirnya percaya dengan hoax tersebut dan berujung pada pertumbuhan bayi yang tidak sehat bahkan diantaranya ada yang sampai meninggal dunia.

Itulah tiga jenis hoax yang paling laku di masyarakat. Saat ini hoax dapat menyebar dengan sangat cepat melalui media digital. Bagi kamu para smart people, menggunakan media digital secara bijak menjadi sangat penting. Saringlah berbagai informasi yang kamu terima dan pastikan kebenarannya agar tidak mudah menjadi korban hoax.

Kamu pun juga harus bijak dalam menyebarkan informasi. Salah satunya dengan tidak gegabah dalam membagikan berita dan pastikan dahulu kebenarannya. Yuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan digital di sekitarmu!

Edited by Fitria (28/09/2018)

...